top of page
  • Google+ Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • LinkedIn Social Icon
  • Facebook Social Icon
Search

Bestprofit | Emas Bertahan, CPI Redakan Tekanan Fed Hike

  • PT Bestprofit Futures Malang
  • 42 minutes ago
  • 5 min read

Bestprofit (13/8) – Harga emas bergerak relatif stabil di sekitar US$4.400 per troy ons pada perdagangan Kamis (13/08). Pergerakan tersebut terjadi setelah harga emas menguat sekitar 0,9% pada sesi perdagangan sebelumnya. Investor kini mencermati perkembangan inflasi Amerika Serikat yang dinilai masih cukup terkendali dan berpotensi mengurangi tekanan bagi Federal Reserve atau The Fed untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Emas spot terakhir berada di sekitar US$4.403 per troy ons. Level tersebut menunjukkan bahwa logam mulia masih mampu mempertahankan sebagian besar penguatannya setelah reli dalam beberapa pekan terakhir.

Perhatian pasar saat ini tertuju pada prospek kebijakan moneter AS. Ketika tekanan inflasi mereda, ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga cenderung berkurang. Kondisi tersebut menjadi sentimen positif bagi emas karena suku bunga yang lebih rendah dapat mengurangi daya tarik aset berbasis dolar dan instrumen berbunga.

Kunjungi juga : bestprofit futures

Inflasi AS Memberikan Ruang bagi Pasar Emas

Salah satu faktor utama yang menjaga sentimen emas tetap positif adalah data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat. Data tersebut menunjukkan harga konsumen hanya meningkat 0,1% secara bulanan pada Juli.

Angka tersebut memberikan sinyal bahwa tekanan harga belum menunjukkan percepatan baru. Pasar juga melihat adanya indikasi bahwa dampak kenaikan harga energi yang sebelumnya berkaitan dengan konflik Iran mulai mereda.

Inflasi yang relatif jinak menjadi perkembangan penting bagi pasar keuangan karena arah kebijakan The Fed sangat bergantung pada keseimbangan antara inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja. Jika inflasi tetap terkendali, kebutuhan untuk melakukan pengetatan moneter tambahan menjadi lebih kecil.

Bagi emas, situasi tersebut memberikan dukungan karena prospek suku bunga yang lebih rendah biasanya meningkatkan daya tarik logam mulia sebagai aset alternatif. Emas memang tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi, sehingga perubahan ekspektasi suku bunga dan tingkat imbal hasil atau yield menjadi faktor penting dalam menentukan arah pergerakannya.

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga September Menurun

Data CPI yang lebih rendah dari kekhawatiran sebelumnya turut memengaruhi ekspektasi pasar terhadap pertemuan The Fed pada September. Investor mulai mengurangi taruhan terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan tersebut.

Perubahan ekspektasi ini menjadi salah satu alasan mengapa emas mampu bertahan di area US$4.400. Pasar kini tidak hanya memperhatikan angka inflasi Juli, tetapi juga menunggu sejumlah indikator ekonomi berikutnya sebelum menentukan arah yang lebih jelas.

Data tenaga kerja dan laporan inflasi berikutnya akan menjadi perhatian utama. Kedua indikator tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai seberapa besar ruang yang dimiliki The Fed untuk mempertahankan atau mengubah kebijakan moneternya.

Selain data ekonomi, pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole pada akhir bulan juga akan menjadi sorotan. Investor akan mencermati nada pernyataan tersebut, terutama mengenai prospek inflasi, suku bunga, serta kondisi perekonomian Amerika Serikat.

Risiko Inflasi Masih Membayangi

Meskipun data CPI memberikan kabar positif bagi emas, risiko inflasi belum sepenuhnya hilang. Salah satu sumber risiko terbesar berasal dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Eskalasi baru berpotensi mendorong harga energi kembali naik. Kenaikan harga minyak dapat menciptakan tekanan inflasi baru, terutama apabila gangguan pasokan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Pasar minyak sendiri mengarah pada penguatan mingguan. Investor terus mengikuti perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran serta berbagai upaya untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Selat Hormuz memiliki posisi strategis dalam perdagangan energi global. Gangguan terhadap jalur tersebut dapat meningkatkan kekhawatiran mengenai pasokan minyak dan pada akhirnya mendorong harga energi lebih tinggi.

Situasi ini menghadirkan dilema bagi pasar emas. Di satu sisi, ketidakpastian geopolitik biasanya meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Namun di sisi lain, lonjakan harga minyak dapat meningkatkan inflasi dan membuat bank sentral kembali menghadapi tekanan untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Pembelian Bank Sentral Tetap Menjadi Penopang

Selain prospek kebijakan The Fed dan perkembangan geopolitik, emas juga memperoleh dukungan dari meningkatnya minat investor serta pembelian oleh bank sentral.

China menjadi salah satu negara yang menjadi perhatian dalam konteks permintaan emas. Pembelian oleh bank sentral dapat menjadi faktor pendukung jangka panjang karena mengurangi ketergantungan terhadap aset tertentu dan meningkatkan permintaan terhadap cadangan emas.

Permintaan tersebut membantu memberikan fondasi bagi harga emas meskipun pasar menghadapi perubahan ekspektasi suku bunga. Dengan demikian, pergerakan emas tidak hanya bergantung pada kebijakan moneter AS, tetapi juga pada tren permintaan global.

Reli yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir telah membuat harga emas bertahan jauh di atas level US$4.000 per troy ons. Penguatan tersebut juga membawa harga emas menembus rata-rata pergerakan 100 hari untuk pertama kalinya sejak April.

Secara teknikal, kemampuan emas bertahan di atas level tersebut menjadi sinyal yang cukup positif. Pelaku pasar dapat melihat area US$4.400 sebagai level penting yang perlu dipertahankan untuk menjaga momentum kenaikan.

US$4.450 hingga US$4.500 Menjadi Target Berikutnya

Dari perspektif teknikal dan fundamental, area US$4.400 kini menjadi perhatian utama. Selama harga mampu bertahan di sekitar level tersebut dan tidak mengalami tekanan besar dari penguatan dolar maupun kenaikan yield obligasi AS, peluang emas untuk melanjutkan kenaikan masih terbuka.

Target berikutnya berada di kisaran US$4.450 hingga US$4.500 per troy ons. Penembusan area tersebut dapat memperkuat momentum bullish dan membuka ruang bagi harga untuk melanjutkan reli.

Namun, investor tetap perlu memperhatikan risiko koreksi. Jika dolar AS kembali menguat tajam dan yield meningkat, emas dapat menghadapi tekanan karena biaya peluang memegang aset yang tidak menghasilkan bunga menjadi lebih tinggi.

Harga Minyak Bisa Menjadi Faktor Penentu

Pergerakan minyak menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam beberapa hari ke depan. Jika perkembangan di Timur Tengah kembali memicu gangguan pasokan dan mendorong harga minyak secara signifikan, ekspektasi inflasi dapat berubah dengan cepat.

Kondisi tersebut berpotensi membatasi kenaikan emas melalui jalur kebijakan moneter. Pasar dapat kembali memperkirakan bahwa The Fed perlu mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau mengambil sikap yang lebih ketat.

Sebaliknya, jika tekanan energi tetap terkendali dan inflasi AS melanjutkan tren moderasinya, sentimen terhadap emas berpotensi semakin positif. Investor akan memiliki alasan lebih kuat untuk memperkirakan kebijakan moneter yang tidak terlalu ketat.

Prospek Emas Tetap Positif, tetapi Volatilitas Mengintai

Secara keseluruhan, harga emas masih memiliki sejumlah katalis positif. Data CPI AS yang relatif jinak mengurangi tekanan terhadap The Fed, sementara permintaan investor, pembelian bank sentral, dan ketidakpastian geopolitik memberikan dukungan tambahan.

Untuk jangka pendek, area US$4.400 menjadi level penting yang akan menentukan apakah reli dapat berlanjut. Jika level tersebut mampu dipertahankan, emas berpeluang menguji US$4.450 hingga US$4.500 per troy ons.

Meski demikian, pasar belum sepenuhnya bebas risiko. Perkembangan konflik di Timur Tengah, harga minyak, pergerakan dolar AS, yield obligasi, serta data ekonomi berikutnya dapat mengubah ekspektasi investor dengan cepat.

Dengan demikian, emas masih berada dalam posisi yang relatif kuat, tetapi perjalanan menuju level yang lebih tinggi kemungkinan akan berlangsung dengan volatilitas. Investor akan menunggu kombinasi antara inflasi yang terkendali, kebijakan The Fed yang lebih longgar, serta stabilitas pasar energi sebagai konfirmasi bagi kelanjutan tren kenaikan emas. 

Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman online yang menyenangkan!bestprofit futures

 
 
 

Comments


  • Grey Google+ Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon

© 2023 by Talking Business.  Proudly created with Wix.com

bottom of page