top of page
  • Google+ Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • LinkedIn Social Icon
  • Facebook Social Icon
Search

Bestprofit | Emas Melemah Tipis, Sentimen Campuran

  • PT Bestprofit Futures Malang
  • 59 minutes ago
  • 4 min read

Bestprofit (10/2) – Harga emas kembali melemah setelah mencatat penguatan selama dua hari berturut-turut. Pelemahan ini dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) oleh para trader, di tengah kondisi pasar global yang masih rapuh pasca kejatuhan tajam pada akhir Januari. Meski sempat mencoba bertahan di level tinggi, tekanan jual kembali mendominasi dan membuat pergerakan emas menjadi lebih volatil.

Pada sesi perdagangan Asia, harga emas sempat turun hingga 1,4% dan kembali bergerak di bawah level psikologis penting $5.000 per ons sebelum akhirnya memangkas sebagian penurunan. Kondisi ini menegaskan bahwa sentimen pasar masih belum sepenuhnya pulih dan investor cenderung bersikap hati-hati.

Tekanan Profit Taking Setelah Reli Singkat

Setelah mengalami penguatan selama dua hari sebelumnya, emas menjadi sasaran aksi ambil untung oleh pelaku pasar jangka pendek. Reli singkat tersebut dinilai sudah cukup untuk mendorong sebagian trader merealisasikan keuntungan, terutama di tengah ketidakpastian arah pasar selanjutnya.

Emas spot tercatat turun 0,8% menjadi $5.015,98 per ons pada pukul 07:31 waktu Singapura. Penurunan ini menunjukkan bahwa meskipun emas masih berada di level tinggi secara historis, tekanan jual tetap muncul ketika pasar kekurangan katalis positif yang kuat untuk melanjutkan kenaikan.

Aksi profit taking ini tergolong wajar, mengingat pergerakan emas dalam beberapa pekan terakhir cenderung ekstrem, dengan lonjakan dan koreksi yang berlangsung cepat. Hal tersebut mencerminkan kondisi pasar yang sangat sensitif terhadap berita dan data ekonomi.

Kunjungi juga : bestprofit futures

Dampak Pelemahan Menjalar ke Logam Mulia Lain

Tidak hanya emas yang tertekan, pelemahan juga menjalar ke pasar logam mulia lainnya. Perak tercatat mengalami penurunan yang lebih dalam, yakni sebesar 2,1% ke level $81,64 per ons. Tekanan pada perak menunjukkan bahwa sentimen risk-off masih cukup kuat, mengingat perak memiliki karakter ganda sebagai aset lindung nilai dan komoditas industri.

Platinum dan paladium pun ikut melemah, seiring berkurangnya minat investor terhadap aset-aset berbasis logam mulia. Penurunan serempak ini mengindikasikan bahwa tekanan bukan hanya bersifat spesifik pada emas, melainkan mencerminkan kehati-hatian pasar secara menyeluruh.

Kondisi tersebut juga memperlihatkan bahwa investor saat ini lebih memilih menunggu kepastian arah kebijakan moneter global, khususnya dari Amerika Serikat, sebelum kembali meningkatkan eksposur pada aset logam mulia.

Pasar Masih Belum Stabil Pasca Kejatuhan Akhir Januari

Volatilitas yang tinggi dalam pergerakan emas tidak bisa dilepaskan dari kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih setelah kejatuhan tajam pada akhir Januari. Penurunan tajam tersebut meninggalkan trauma pasar, sehingga setiap kenaikan harga cenderung direspons dengan aksi jual cepat.

Ketidakstabilan ini membuat pergerakan emas menjadi mudah berbalik arah. Di satu sisi, emas masih mendapat dukungan dari ketidakpastian global dan potensi pelonggaran kebijakan moneter. Namun di sisi lain, setiap sinyal negatif atau ketidakpastian tambahan langsung memicu koreksi.

Situasi ini menciptakan lingkungan perdagangan yang menantang, di mana strategi jangka pendek lebih dominan dibandingkan posisi jangka panjang.

Fokus Pasar Beralih ke Data Ekonomi Amerika Serikat

Perhatian utama pelaku pasar kini tertuju pada rangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis sepanjang pekan ini. Dua data utama yang menjadi sorotan adalah laporan tenaga kerja Januari yang akan dirilis pada Rabu dan data inflasi yang dijadwalkan keluar pada Jumat.

Laporan tenaga kerja akan memberikan gambaran mengenai kondisi pasar kerja AS, apakah masih cukup kuat atau mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Sementara itu, data inflasi akan menjadi indikator kunci bagi arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) ke depan.

Kedua data ini memiliki potensi besar untuk mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter, yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada pergerakan dolar AS dan harga emas.

Sensitivitas Emas terhadap Ekspektasi Suku Bunga The Fed

Harga emas dikenal sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga. Ketika pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga, emas cenderung menguat karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih rendah. Sebaliknya, jika suku bunga diperkirakan tetap tinggi atau bahkan naik, emas biasanya tertekan.

Rilis data tenaga kerja dan inflasi pekan ini berpotensi menggeser ekspektasi tersebut secara signifikan. Data yang lebih kuat dari perkiraan dapat memperkuat dolar AS dan menekan emas, sementara data yang lebih lemah berpeluang mendorong emas kembali menguat.

Inilah yang membuat pelaku pasar saat ini memilih untuk bersikap wait and see, sehingga pergerakan harga menjadi lebih fluktuatif.

Faktor Politik: Nominasi Kevin Warsh Jadi Sentimen Tambahan

Situasi pasar emas semakin sensitif setelah Presiden AS Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai calon pemimpin bank sentral AS berikutnya. Langkah ini menambah lapisan ketidakpastian baru, mengingat pandangan dan sikap calon pemimpin The Fed dapat memengaruhi arah kebijakan moneter di masa depan.

Nominasi tersebut membuat pergerakan emas menjadi lebih reaktif terhadap berita politik. Dalam kondisi seperti ini, harga emas bisa naik dengan cepat ketika muncul sentimen positif, namun juga bisa terkoreksi secara mendadak saat sentimen berubah.

Ketidakpastian politik dan moneter ini memperkuat karakter emas sebagai aset yang sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi pasar.

Harga Emas Saat Ini dan Prospek Jangka Pendek

Pada saat analisis ini dibuat, harga emas berada di sekitar $5.020 per ons. Level ini masih mencerminkan posisi yang relatif tinggi, meskipun tekanan koreksi masih membayangi dalam jangka pendek.

Secara teknikal, area di sekitar $5.000 per ons menjadi level psikologis penting yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang pemulihan masih terbuka. Namun jika ditembus ke bawah, tekanan jual berpotensi semakin besar.

Dari sisi fundamental, arah emas dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada hasil rilis data ekonomi AS dan perkembangan kebijakan moneter ke depan.

Kesimpulan: Volatilitas Masih Jadi Ciri Utama Pasar Emas

Pelemahan harga emas setelah dua hari menguat menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase yang rapuh dan penuh ketidakpastian. Aksi ambil untung, tekanan dari data ekonomi yang dinanti, serta faktor politik global membuat pergerakan emas menjadi sangat fluktuatif.

Bagi pelaku pasar, kondisi ini menuntut kehati-hatian ekstra serta pengelolaan risiko yang disiplin. Emas masih memiliki peran penting sebagai aset lindung nilai, namun dalam jangka pendek, volatilitas tinggi akan tetap menjadi karakter utama pergerakannya.DisclaimerArtikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap pertimbangkan pengaruh perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.

Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman online yang menyenangkan!bestprofit futures

 
 
 

Comments


  • Grey Google+ Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon

© 2023 by Talking Business.  Proudly created with Wix.com

bottom of page